Pondok butuh pejuang yang kuat, dapat dipercaya (amanah), dan berani.

Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA

Pelaksanaan Apel Tahunan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan tahun ini (22/9/18) lebih meriah dengan mengambil tema yang didasari oleh motto Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sendiri, yakni “Dengan Apel Tahunan, Kita Tancapkan Nilai Ruuhu-jihad dalam Mengembangkan Islam di Mana Bumi Dipijak.”

            Acara yang dimulai sejak pukul 06.30 itu berjalan penuh antusias, terutama ketika penampilan Grand Opening yang menjadi pertanda telah dimulainya acara yang sangat memukau itu, yang juga sempat membuat penonton terkagum dan tidak ada hentinya melontarkan pujian-pujian.

            Dalam sambutan yang disampaikan, Pimpindan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani MA, menghimbau, bahwa dalam acara apel tahunan kali ini diharapkan agar seluruh lapisan masyayikh, guru-guru, hingga para santri untuk senantiasa membuka lembaran hidup baru yang lebih bermakna.

“Para santri, Guru-guru dan Masyayikh sekalian. Perlu kita tegaskan kembali bahwa dalam Apel Tahunan kali ini, marilah kita jadikan sebagai momentum untuk membuka lembaran baru. Yang diharapkan dengan adanya lembaran baru ini, kita akan selalu termotivasi untuk dapat meningkatkan tekad berdisiplin, belajar hingga berprestasi, agar kelak menjadi penduduk bangsa yang madani, agar dengan mudah kita bisa menancapkan ruuhul-jihad di atas bumi Indonesia yang sangat besar ini.” Tegas beliau diplomatis.

            Menghadiri juga dalam pelaksanaan Apel Tahunan 2018, seluruh lapisan guru-guru dari semua lembaga Al-Amien Prenduan, beserta ribuan santri yang terbagi dalam 25 konsulat, yang tentu juga mereka berdatangan dari daerah asal yang berbeda, mulai dari sabang sampai merauke, bahkan hingga mancanegara.

            Dan yang menjadi catatan sejarah khusus bagi Apel Tahunan kali ini,  bahwa peresmian nama Drumband Nusantara Al-Amien (DNA) menjadi Marching Band Al-Amien Prenduan (MBAP) menjadi salah satu dari rentetan acara yang ada. Dan secara resmi, pada detik itu juga nama baru tersebut resmi disematkan, tentu setelah Pimpinan meresmikannya yakni dengan memukul salah satu alat Drumb yang sudah disiapkan secara khusus oleh panitia Apel Tahunan sendiri sebanyak tiga kali.

“Pondok kita memiliki Panca Jiwa, sebagai catur-jangka yang mendasari sistem-sistem pondok secara operasional. Dan sekaligus ini pulalah yang selama ini menjadi prinsip ketahanan bagi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Maka dari itu, kita juga perlu ketahui bersama bahwa pondok merupakan salah satu dari sekian banyak medan jihad yang dilandasi oleh ridlo Allah Swt yang sudah tentu arah-tujuannya yakni, li ‘izzil islam wal-muslimin.” Tegas Pimpinan sebelum menutup orasinya yang diakhiri dengan doa, yang dihadiahkan kepada para masyayikh dan para perintis dan pendahulu pondok.

            Acara Apel Tahunan yang ditampilkan di dalamnya beberapa persembahan dari kelompok-kelompok minat yang ada di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan seperti Teater Roda, Teater Hilal dan Teater Sekawan yang dikolaborasikan menjadi satu penampilan antara kelompok teater perguruan tinggi IDIA Prenduan, Ma’had TMI dan Ma’had Tahfidhil Qur’an, hingga Senam Kolaborasi dan Aksi Persilatan pun turut meramaikan acara tersebut. Dan alahmdulillah sesuai dengan waktu yng telah disepakati, acara Apel Tahunan kali ini pun berkahir tepat pukul 10.20 WIB, dan berlanjut hingga minggu keesokan harinya (23/9) dengan Parade Konsulat 2018 yang akan dimulai dengan rute yang telah disepakati bersama. (AZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.