Hari ini kita melihat dan merasakan berbagai kemajuan teknologi dalam perkembangan globalisasi yang semakin kompleks. Hal tersebut mengartikan bahwa kemajuan teknologi yang semakin dirasakan, harus membuat setiap diri kita siap menyambut segala tantangan yang datang sebagai bagian proses adaptasi kehidupan.

Sebagai muqaddimah dalam tulisan ini saya ingin meyakinkan pembaca bahwa kemajuan teknologi yang semakin berkembang bebas, tentu tak pernah lepas dari peran kaula muda yang bisa dikatakan sebagai aktor utama yang turut mengambil peran dalam kemajuan teknologi tersebut.

Kaum muda dalam kehidupan sehari-hari, memainkan peran mereka dalam berbagai kemajuan teknologi. Kita meyakini bahwa mereka adalah aktor utama yang turut mengambil peran dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat. Di sisi lain kita juga akan melihat rasa takut dan harapan bahwa kemajuan teknologi ini apakah bisa mengantarkan kepada hal-hal positif yang tentunya dapat mendatangkan kebermanfaatan bagi kehidupan.

Maka dari itu, sangat penting untuk membentuk sikap Khauf (takut) dan Raja’ (harapan) dalam konteks ini. Khauf atau rasa takut dalam diri ketika seseorang tidak bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendatangkan maslahah bagi kehidupan, dan disisi lain kita bisa berharap (Raja’)karena perkembangan teknologi ini bisa mendatangkan kemajuan dan kebermanfaatan untuk kepentingan umat di masa-masa yang akan datang.

Harapan dan Kekhawatiran atau Raja’ dan Khauf’ adalah satu kesatuan. Dalam konteks kehidupan para sahabat dan tabi’in misalnya yang memiliki amalan terbaik pun menunjukkan hal itu. Amal mereka mengandung Raja’ (pengharapan) yang tinggi sekaligus rasa  Khauf’ (khawatir) yang menyertainya.

Raja’ (harapan) yang benar pasti akan mendorong seseorang kepada amal yang nyata. Jika tidak, harapan itu hanya angan-angan semata. Amal dalam pengharapan yang benar itu pasti disertai rasa khawatir. Gambaran nyata dari hal tersebut  dapat dilihat dari seseorang yang berjalan di jalan raya, lantas dia merasa khawatir akan sesuatu, maka dia akan mempercepat langkahnya.

Orang yang menaruh harap atau pengharapan kepada Allah, akan melalui rasa khawatir itu dengan menunjukkan amal saleh. Allah menjadikan rasa khawatir itu sehingga manusia mengetahui bahwa harapan dan rasa khawatir yang benar adalah yang menggerakkan seseorang kepada amal.

Sebagai renungan, mari kita sedikit melihat cerminan kehidupan para sahabat yang telah banyak memberikan contoh kepada kita. Para sahabat sebagai generasi muslim terbaik yang berada di puncak amal, namun senantiasa merasakan pula puncak kekhawatiran. 

Pernah suatu ketika diceritakan bahwa Umar pernah membaca QS. At-Thur. Ketika sampai pada ayat yang artinya “Sesungguhnya siksa Tuhanmu pasti terjadi” ia menangis hingga jatuh sakit.

Kemudian menjelang kematiannya, Umar berkata, “Letakkan lah pipiku di atas tanah. Barangkali Allah menaruh belas kasih kepadaku.” Lalu dia berkata lagi, “Celaka lah kalau Allah tidak mengampuni aku.”

Hal ini telah menjadi salah satu gambaran nyata bagi kita bahwa Khauf dan Raja’ bisa mendorong seseorang untuk mengintropeksi diri atas amal-amal yang sudah mereka lakukan. Kedua sifat ini memang layak dimiliki oleh setiap orang sebagai penyadaran bagi kita bahwa seseorang harus mampu melihat lebih jauh, memaknai segala perbuatan (amal) mereka sebagai kebaikan yang terus dilakukan setiap waktu, tanpa merasa puas dan lupa diri.

Dalam konteks pendidikan misalnya, tidak ada seorangpun yang tidak mau sukses belajar, tidak ada yang tidak mau bahagia, kecuali hanya mereka yang bodoh saja yang tidak mau  berkembang, sukses, dan bahagia. mungkin dia yang sakit pikiran yang tidak menginginkan itu. Boleh jadi yang tidak mau sukses mereka yang mati selera, tidak punya gairah, lesu, loyo, tidak mau bahagia, tidak mau nyaman, mereka yang hilang selera. Bagi kita semua yang masih diberi kesehatan lahir batin, pikiran dan sebagainya harus selalu mengharapkan kesuksesan, mengharapkan kebahagiaan, mengharapkan kesejahteraan, mengharapkan kesenangan.

Apakah cukup dengan hanya mengharap sukses, mengharap bahagia? Tidak cukup hanya dengan harapan tapi harus diikuti oleh usaha, oleh ikhtiar, tidak bisa kita menginginkan kebahagiaan diperoleh dengan bermalas-malas, duduk, berpangku tangan, tidak mungkin. Diperlukan kerja keras, semangat yang tinggi, serius dalam melakukan sesuatu.

Misalnya dalam hal aktivitas pendidikan yang berlangsung di TMI, kita dituntut harus serius mengikuti segala kegiatan apapun, semangat, dan mempunyai kemauan yang tinggi. Semua orang sukses itu dimulai dari nol, didasari oleh semangat yang kuat, gigih tekun, rajin, kalau ingin jadi orang sukses, orang yang bahagia dunia dan akhirat, mulai sekarang perlu menghilangkan sifat malas. Semuanya harus turut mengambil peran dalam proses pendidikan.

Dalam meraih kesuksesan tadi harus dengan penuh dengan penuh semangat. Maka penting untuk menanamkan doktrin dalam diri kita “Saya harus sukses, harus semangat, harus jadi orang yang bermanfaat.” Tapi harus diimbangi dengan Khauf dengan kekhawatiran. Kita perlu khawatir,” jadi al-Khauf itu sangat perlu, harus seimbang antara Raja’ dan Khauf, boleh kita bercita-cita setinggi bintang di langit tapi harus tetap Raja’ dan Khauf.

Jadi dalam meraih sukses, kita juga harus memiliki sifat Khauf’.  Pentingnya sifat Khauf’ dalam diri kita berperan sebagai pemacu untuk senantiasa berbenah melakukan intropeksi setiap saat. Dengan demikian, kita akan selalu meningkatkan pecapaian yang telah kita dapatkan, dan tidak mudah puas dengan segala pencapaian.

Dari sifat Raja’ dan Khauf’ ini sudah selayaknya bisa memberi warna dalam kehidupan kita, hingga nantinya kita bisa sampai pada derajat kehambaan yang mendapatkan ridho dan maunah dari Allah karena semata-mata kebaikan-kebaikan amal yang senantiasa kita lakukan.

One thought on “Esensi Raja’ dan Khauf bagi Penuntut Ilmu

  1. Hasan Basrie M. Alcaff says:

    Bangga dan senang membaca tulisan rekan-rekan di kolom ini. Sebuah pelecutan positif yg perlu di
    syukuri oleh setiap individu penghuni Pondok ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.