“Ingat, antum adalah pejuang pendidikan di pondok ini. Pejuang sejati, ialah mereka yamg tidak pernah mengenal hari libur dan tanggal merah.”

Dr. Kh. Ahmad Fauzi Tidjani, MA.

Acara Rapat Guru Lengkap pada hari kamis (11/10) menjelang pelaksanaan Ujian Pertengahan Tahun kali ini telah menjadi bagian dari beberapa momen yang tertuang dalam tujuannya, yakni sebagai media pengerat tali silaturrahim antar lembaga, terkhusus lembaga yang ada di lingkungan Ma’had Al-Amien Prenduan 2 (TMI, MTA dan IDIA Prenduan).

Acara yang diprotokoli oleh K. Moh. Bakri Sholihin S.Pd.I itu berjalan lancar dan dihadiri oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Dr. Kh. Ahmad Fauzi Tidjani, MA, beserta wakil sekaligus yang mewakili IDIA sebagai Rektor, Dr. Kh. Ghozi Mubarok Idris, MA, mendampingi bersama beliau, Pengasuh Ma’had TMI dan MTA, beserta para mudaro’ dan asatidz dari semua lembaga yang ada di Al-Amien Prenduan 2.

Dalam acara yang tepat dimulai pada pukul 15.30 WIB itu, selaku Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Dr. Kh. Ahmad Fauzi Tidjani, MA, menghimbau kepada seluruh lapisan guru-guru untuk senantiasa memantau para muridnya, terutama bagi para wali kelas, agar selalu menjunjung tinggi nilai disiplin pondok, dan jangan hanya menunggu di dalam kamar. Semua harus bergerak dan bergerak, pro-aktif.

“Kami menghimbau kepada seluruh lapisan guru-guru, agar selalu ada (on time) dalam memberikan kontrolan terhadap santri, jangan biarkan mereka berbuat sedikitpun pelanggaran atas dispilin yang sudah mendarah di pondok kita. Karena terbengkalainya suatu disiplin pondok menandakan keacuhan seseorang terhadap kemungkaran yang seharusnya tidak ada di lingkungan pondok kita ini,” ungkap beliau penuh antusias.

Sebelum mengakhiri acara dengan doa yang langsung beliau pimpin pula, di akhir orasinya tadi beliau kembali menegaskan, bahwa pondok kita tidak pernah berkehendak membentuk karakter santri sebagai generasi guru yang kenal akan hari libur dan tanggal merah. Melainkan pejuanglah karakter pendidikan yang kami selalu canangkan. Maka dari itu, untuk bekerja kita tidak pernah menuggu hari libur dan tanggal merah pada kalender.

“Ingat, antum adalah pejuang pendidikan di pondok ini. Pejuang sejati, ialah mereka yamg tidak pernah mengenal hari libur dan tanggal merah.” tegas beliau di akhir sesi pada acara yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam itu, disambut anggukan antusias dari para hadirin yang turut hadir pada acara rutinitas tahunan itu. (AZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.