
Al-Amien Prenduan, TMI – Pengasuh Ma’had TMI, KH. Dr. Ghozi Mubarok, M.A., melepas keberangkatan 193 Santri Kelas Akhir TMI Putra Al-Amien Prenduan untuk melaksanakan Khidmah Tarbawiyah di wilayah Kabupaten Sampang dan Bangkalan, Sabtu (07/11).
Pengasuh berpesan agar khidmah yang dilakukan dapat meninggalkan kesan yang baik. “Tinggalkan sesuatu, sekalipun antum kembali ke pondok, sesuatu itu terus dilanjutkan di sana, menjadi sunah yang terus berjalan, menjadi sedekah jariyah, menjadi ilmu yang bermanfaat,” ucap Beliau
Baca Juga: Daurah Fiqhiyah Jadi Bekal Santri Kelas Akhir Sebelum Mengabdi di Masyarakat
Sebelumnya, 259 santriwati Nihaie juga telah dilepas oleh Ny. Nur Jalilah Dimyati, Lc., pada Jum’at pagi (06/11) sekitar pukul 08.00 WIB.


Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, jumlah lokasi tempat khidmah tahun ini diperbanyak. Tercatat sebanyak 452 santri Kelas Akhir TMI Al-Amien Prenduan melaksanakan Khidmah Tarbawiyah di 13 kecamatan dalam tiga kabupaten.
Penempatan santri putra meliputi Kecamatan Sampang, Camplong, dan Omben di Kabupaten Sampang, serta Kecamatan Modung, Galis, Tanah Merah, dan Blega di Kabupaten Bangkalan.
Sementara itu, santri putri ditempatkan di Kecamatan Manding, Dasuk, Kota Sumenep, Rubaru, Gapura, dan Dungkek di Kabupaten Sumenep.
Ust. Faidul Qodar, S.Pd.I., selaku penanggung jawab Khidmah Tarbawiyah tahun ini, menyampaikan bahwa diperluasnya penempatan lokasi khidmah ini bertujuan untuk memberikan kesempatan santri belajar untuk hidup bersama masyarakat dengan latar belakang dan kultur yang beragam.
Proses Persiapan
Sebelum diberangkatkan, para santri terlebih dahulu mengikuti rangkaian pembekalan yang dilaksanakan pada Hari Rabu (04/11). Kegiatan ini dibuka oleh KH. Dr. Ghozi Mubarok, M.A., di putra, dan KH. Moh. Fikri Husein, M.A., di putri pada Rabu (04/11).

Kegiatan tersebut membekali para santri mengenai tata cara pengelolaan dan pengembangan sistem administrasi dan manajemen Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Gugus Depan (Gudep), serta tata cara untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Materi disampaikan oleh sejumlah guru senior Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan,
Selanjutnya, pada Kamis (05/11), Panitia Penyelenggara Program Nihaie (P3N) mengadakan silaturahim pimpinan lembaga Khidmah Tarbawiyah bersama Majelis Kiai Al-Amien Prenduan, yang diikuti juga oleh seluruh santri Nihaie TMI Al-Amien.
Pada kesempatan ini juga, para santri juga memiliki kesempatan untuk bertemu dan melakukan konsolidasi awal secara langsung bersama pimpinan lembaga tempat khidmah masing-masing. Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal kepada para santri mengenai kondisi lembaga sekaligus membantu mereka merancang kegiatan yang akan dilaksanakan selama khidmah.



“Mohon jangan dimanja anak-anak kami, ajari mereka mengabdi betul, ajari mereka memberi pelayanan, memberikan bantuan, dan menunjukkan kemampuan mereka serta manfaat yang bisa mereka berikan. Intinya para kiai, para nyai, kami pasrahkan mereka sepenuhnya kepada antum,” tutur Beliau.
Selain itu, Pengasuh Ma’had TMI, KH. Dr. Ghozi Mubarok, M.A., memberikan pesan kepada para pimpinan lembaga agar tidak terlalu memanjakan para santri, tetapi membimbing mereka agar mampu melayani, membantu, dan memberikan manfaat ketika berkhidmah.
Baca Juga: Santri Baru TMI Ikuti Ujian Pertengahan Tahun Mulai Hari ini
Melalui program Khidmah Tarbawiyah ini, para santri diharapkan bisa menularkan dan mengaplikasikan semua yang dipelajari di pondok ini, sebagai bekal untuk mengabdi di masyarakat kelak. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Ust. Faidul Qodar dalam sesi wawancara. (Han)
