
Al-Amien Prenduan, TMI – Setelah menyelesaikan rangkaian Rihlah Tarbawiyah Iqtishodiyah (RTI), pagi ini Sabtu (31/10), Santri Kelas Akhir TMI Al-Amien Prenduan kembali mengikuti program ‘kenihaiean’, yakni Daurah Fiqhiyah. Program tersebut fokus pada pendalaman hukum-hukum Fiqih; seputar Thaharah, merawat mayat, praktik shalat safar, dan manasik haji.
Baca Juga: Santri Baru TMI Ikuti Ujian Pertengahan Tahun Mulai Hari ini
Sebagaimana disampaikan Mudir ‘Aam TMI, Daurah Fiqhiyah diharapkan dapat membekali para santri dengan pemahaman dan keterampilan praktik Fiqih, sebelum mereka terjuan ke tengah-tengah masyarakat nanti.
“Apa saja yang kita laksanakan di pondok ini pasti bermanfaat begitu kalian pulang ke masyarakat, berkhidmah nanti.” Pesan KH. Suyono Khatthab, M.Pd., dalam sesi pembukaan di Ma’had Putra.
Hal tersebut dikuatkan oleh pernyataan KH. Dr. Ghozi Mubarok, M.A.,”Ini harus menjadi kesadaran antunna dari sekarang sampai nanti akhir hayat. Jangan masuk ke sebuah urusan, sebuah persoalan, jangan menangani sebuah persoalan sebelum kalian mengetahui apa hukum-hukum Allah menyangkut persoalan tersebut,” tutur Pengasuh.


Baca Juga: The Glorious Night of English Tutup Rangkaian English Week 2026
Kiai Ghozi berkesempatan langsung membuka program Daurah Fiqhiyah di Ma’had TMI Putri, dengan waktu yang bersamaan dengan Ma’had TMI Putra, sekitar pukul 07.00 WIB.
Program yang bisa menjadi bekal santri kelas akhir sebelum mengikuti Khidmah Tarbawiyah tersebut, diagendakan berlangsung hingga Selasa (03/10). (Pa-Pi)
