Panggung Gembira Al-Farasyahd Generation: Refleksikan Nilai Disiplin dan Kemandirian

Al-Amien Prenduan, TMI – Panggung Gembira kembali menjadi ajang unjuk kreativitas dan keterampilan santri kelas akhir TMI Al-Amien Prenduan. Tahun ini, Al-Farasyahd Generation mengusung tema “Merajut Ukhuwah Melalui Budaya Dunia” pada Pagelaran Akbar yang berlangsung di Football Stadium Al-Amien Prenduan, Ahad malam (27/08).

Baca Juga: Tutup Rangkaian MUSTA 2026, 270 Pengurus Baru Terima Amanah Organtri ISMI

Panggung Gembira kali ini menyuguhkan 12 penampilan yang terbagi dalam empat babak. Beragam pertunjukan tersebut meliputi Grand Opening, Tari Nusantara, Tari Sufi & Dabke, Wotagei Light Dance, Pantomim, Shadow Master, Reading Jokes, Drama, Drum Corps, Paskibra, Pendekar Nirvana, hingga Band OST. Panggung Gembira 652.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan al-Fatihah oleh KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA. sebagai pembuka dari rangkaian acara Panggung Gembira, kemudian dilanjutkan dengan Qiraatul Qur’an oleh santri kelas akhir.

Memasuki rentetan selanjutnya, Pengasuh Ma’had TMI Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA., memberikan sambutan dan menyampaikan laporan kepada seluruh santri, asatiz, dan para hadirin dari wali santri yang menyaksikan Pagelaran Seni Akbar 652.

“Malam ini, kita akan menyaksikan pergelaran seni akbar, yang merupakan persembahan terakhir dari santri-santri kelas akhir TMI Al-Amien Prenduan,” pesannya.

Beliau menjelaskan, pergelaran tersebut menjadi momentum istimewa karena turut merefleksikan nilai-nilai kemandirian yang dibangun oleh para santri kelas akhir.

“Yang istimewa pada malam ini, panggung gembira ini merefleksikan nilai-nilai kemandirian. Semua acara yang berkaitan dengan acara kita malam hari ini, dilaksanakan, direncanakan, diselenggarakan secara mandiri oleh santri-santri kelas enam,” tuturnya.

Setelah sambutan pengasuh, acara dilanjutkan dengan Fatwa dan Nasihat yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA.

Dalam nasihatnya, beliau menekankan bahwa Panggung Gembira bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari proses pendidikan yang erat kaitannya dengan ibadah dan keberkahan.

“Panggung Gembira adalah pendidikan yang membutuhkan sabar, disiplin, dedikasi, dan pendidikan ukhuwah islamiah,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa proses mempersiapkan Panggung Gembira menuntut santri kelas akhir untuk mampu berpikir, bermusyawarah, serta menentukan konsep terbaik sejak jauh-jauh hari.

“Ketika di panggung gembira ini, kelas akhir dituntut untuk memikirkan, memusyawarahkan, mendesain, jauh-jauh sebelumnya memikirkan yang terbaik, bukan yang paling banyak, tetapi yang paling baik, dan terbaik itu bernilai pendidikan islami dan ma’hadi,” terangnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian cendera mata kepada Pimpinan dan Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, sebagai tanda simbolis Panggung Gembira 652, Al-Farasyahd Generation.

Baca Juga: Bersaing dengan Ribuan Peserta, Kontingen TMI Al-Amien Prenduan Bawa Pulang Gelar Juara Umum II

Pergelaran akbar tersebut, diakhiri dengan nyanyian lagu OST. Panggung Gembira 652 dengan judul “Kebersamaan Diantara Kita”, oleh seluruh santri kelas akhir.