
Al-Amien Prenduan, TMI – Senin malam (05/01), Ma’had TMI Al-Amien Prendaun kembali selenggarakan Tasyakkur Hifzhil Qur’an bagi santri Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffazh (JQH) 2026. Tahun ini, ada 134 dari 194 santri JQH, dan 14 alumni yang mengikuti prosesi Tasyakkur yang bertempat di Auditorium TMI Putra itu.
Baca Juga: Jelang Tasyakkur, Pengurus JQH Adakan Malam Lailatul Hifzh
Angka tersebut lebih sedikit dari tahun lalu yang berjumlah 147 santri. Namun, ada peningkatan dari jumlah alumni yang mengikuti takhassus sekaligus tasyakkur dengan kategori 30 Juz. 13 orang alumni tahun 2025 dan 1 orang alumnus tahun 2023. Lebih banyak dari pada tahun lalu, yang hanya berjumlah 8 orang.
Prosesi Tasyakkur Hifzil Qur’an diikuti oleh jajaran Majelis Kiai, Majelis Nyai, Wali Wisudawan, Asatidz, dan seluruh santri TMI.


Acara dimulai dengan demonstrasi qiraah oleh beberapa anggota JQH, pembacaan do’a Khotmul Qur’an oleh Mudir ‘Aam TMI, KH. Suyono Khatthab, M.Pd., dan dilanjutkan dengan pembacaan laporan sekaligus oleh Pengasuh Ma’had TMI, KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA.
“Kita harus senantiasa bersyukur karena santri yang menjadi anggota JQH, selain menghafal Al-Qur’an, mereka juga aktif dalam mengikuti kegiatan ekstra dalam mengembangkan keterampilan dan potensi diri mereka masing-masing,” ungkapnya.
Berlanjut ke acara inti, prosesi wisuda dan pembacaan peserta terbaik hafalan Al-Qur’an per-kategori. Berikut rinciannya; Muhmmad Imtiyaz Sanjaya, I Int-A, asal Kutai Kertanegara (Juz ‘Amma), Abdul Malik, II-A, Mojokerto (3 Juz), Arkan Izul Ghani As-Sakha Yusuf, IV-A, asal Surabaya (5 Juz), Syamsul Rizal, III-Int A, asal Palembang (10 Juz), Muhammad Nizham, IV-A, asal Lombok (15 Juz), Yusa, VI DIA-A, Pamekasan (25 Juz).
Adapun ananda Muhammad Nizham terpilih menjadi penerima beasiswa dari Lazis Al-Amien Prenduan sebagai Best of The Best Peserta Tasyakkur Hifzhil Qur’an Tahun ini.
Sebagai penutup dari prosesi Tasyakkur, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA., menyampaikan fatwa dan nasihat di depan para santri, peserta tasyakkur, dan wali mutasyakkirin yang hadir.


Baca Juga: Malam Anugerah TMI Menulis 2025: Gen Z Bicara Indonesia Lewat Literasi
Beliau menegaskan kembali bahwa Pondok Pesantren Al-Amien bukan hanya mendidik intelektualitas santrinya, tetapi lebih menekankan pada pembentukan santri yang bermoral. “Percuma kalian hafal Al-Qur’an, nilai Bahasa Arabnya 100, tapi kalau tidak berakhlak, nol!.”
Lebih lanjut, Pimpinan juga menyampaikan, “Kami berharap kalian menjadi penghafal Al-Qur’an yang ber-akhlaqul karimah, yang insyaallah juga khusnul khatimah” pungkasnya. (Han)
