
Al-Amien Prenduan, TMI – Malam ini, Sabtu (03/01) menjelang Tasyakkur Hifzhil Qur’an yang akan dilaksanakan lusa, Senin (05/01). Pengurus Jam’iyatul Qurro’ wal Huffazh (JQH) TMI Al-Amien Prenduan mengadakan Malam Lailatul Hifzh.
Pengasuh TMI, KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA. hadir langsung dalam kegiatan yang bertempat di Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan itu.
Baca Juga: Malam Anugerah TMI Menulis 2025: Gen Z Bicara Indonesia Lewat Literasi
Dalam Tausiahnya, beliau menyampaikan tujuan dari kegiatan Malam Lailatul Hifzh. “Pertama adalah syi’ar. Kita ingin para santri kita ini mencintai Al-Qur’an meskipun mereka bukan penghafal Qur’an. yang kedua tentu saja tujuannya adalah menjadi ujian bagi mereka. mereka diuji di depan ratusan orang kemudian harus menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan hafalan Al-Qur’an, itu adalah ujian yang berat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, putra sulung Alm. KH. Muhammad Idris Jauhari itu menyampaikan, bahwa tujuan terakhirnya adalah sebagai tasyji’ atau motivasi bagi santri yang lain.
Pada Malam Lailatul Hifzh, 11 santri dipilih dengan hafalan terbaik dari kategori Juz ‘Amma, 3 Juz, 5 Juz, 10 Juz, 15 Juz, dan 30 Juz. Selain itu, 10 orang Alumni yang menyelesaikan takhassus di luar juga turutikut serta.
Di depan seluruh santri, Asatiz, dan Mudir, mereka diuji dengan sambung ayat al-Quran secara acak. Bukan hanya kelancaran, tetapi Makharijul Huruf dan Tajwid juga menjadi perhatian penting.



Baca Juga: Buka Ujian EBTA Tahriri, Kiai Ghozi: Syukur dan Sabar adalah Muara Iman
Ust. Alfi Fahrizi selaku ketua panitia Tasyakkur Hifzhil Qur’an tahun ini menuturkan, bahwa adanya kegiatan tersebut sebagai demonstrasi hasil dari para santri JQH. harapannya akan lebih banyak lagi santri yang masuk dalam kelompok minat yang ditempatkan di asrama khusus dan dibina secara intensif oleh Muhafizh berpengalaman tersebut. (Han)
