
Al-Amien Prenduan, TMI – Setelah pelaksanaan Tasyakkur Hifzhil Qur’an di Ma’had Putra, TMI Al-Amien Prenduan kembali melaksanakan Tasyakkur bagi santriwati Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffazh (JQH), selang sehari, pada Selasa malam (06/01). Geserna TMI Putri menjadi tempat bersejarah bagi 122 mutasyakkirāt JQH tahun ini.
Baca Juga: Jelang Tasyakkur, Pengurus JQH Adakan Malam Lailatul Hifzh
Acara diawali dengan pembukaan oleh KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA., dilanjutkan dengan Demonstrasi Qiroah oleh santriwati JQH, serta pembacaan laporan oleh Wakil Pimpinan TMI, KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA.
Mengawali laporan yang Beliau sampaikan, Kiai Ghozi mengulas kembali sejarah berdirinya JQH, hingga perkembangan jumlah peserta kelompok minat yang resmi diberi nama Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffazh sejak tahun 2007 itu, dari tahun ke tahun.



“Bapak ibu sekalian, di putri ini dari 1.138 santriwati, ada 158 orang yang menjadi anggota JQH. Itu presentasinya 13,88 persen, tidak jauh dengan putra 13,66 persen. Mari kita dorong anak kita ini, santri-santri kita ini, untuk terus menjadi penghafal-penghafal al-Qur’an. Meskipun untuk itu, mereka harus mengorbankan sebagian waktu mereka dari kesempatan mereka untuk meraih sesuatu yang lebih tinggi,” ajak Kiai Ghozi.
Selanjutnya, Kiai Ghozi menjelaskan, bahwa pendirian JQH merupakan bentuk pengamalan hadis Rasulullah SAW. “al-Qur’an adalah hidangan Allah SWT. Maka ambillah bagian dari hidangan itu semampu kalian. Siapa yang menghafal satu juz, maka satu juz itulah bagian dirinya dari kitab Allah. Begitu pula yang menghafal dua, tiga, empat juz, dan seterusnya,” jelas Pengasuh TMI tersebut.
Pada laporan yang disampaikan, tercatat jumlah 122 mutasyakkirāt JQH tahun ini, dengan rincian: Kategori Juz ‘Amma sebanyak 69 santriwati, kategori 3 juz sebanyak 33 santriwati, 5 juz sebanyak 8 santriwati, 10 juz sebanyak 6 santriwati, kategori 20 juz, dan 25 juz masing-masing 1 santriwati. Adapun kategori 30 juz terdiri dari 4 hafizhah, dua di antaranya santriwati aktif dan dua lainnya merupakan alumni.
Pada sesi fatwa dan nasihat, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA., berpesan agar para santri senantiasa membiasakan membaca al-Qur’an minimal lima belas menit setelah shalat sebagai upaya menjaga keistiqamahan.
“Kita yakin seribu persen, dengan al-Qur’an, Allah akan mengangkat derajat Al-Amien Prenduan ini hingga hari kiamat. Dan diangkat pula derajat santri yang membaca dan menjaga Al-Qur’an,” tegas Pimpinan Pondok Al-Amien Prenduan.

Baca Juga: Tasyakkur JQH 2026, Kiai Ahmad: Jadilah Hafizh Qur’an yang Berakhlaqul Karimah
Malam Tasyakkur semakin sakral dan penuh haru, ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu anggota Majelis Kiai Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Muhammad Khoiri Husni, S.Pd.I. (Pi)
