Al-Amien Prenduan, TMI – Satu minggu pasca terlaksananya Ujian Evaluasi Tahap Akhir (EBTA) Syafahi (Lisan), Santri dan Santriwati Kelas Akhir (Nihaie) TMI Al-Amien Prenduan hari ini, Senin (08/12), serentak mengikuti Upacara Pembukaan Ujian EBTA Tahriri (Tulis).

Baca Juga: Dimulai dengan Ujian Syafahi, 454 Santri Ikuti Upacara Pembukaan EBTA

Upacara yang menandai dimulainya fase ujian tulis ini, digelar secara khidmat di Ma’had TMI Putra, dimulai tepat pada pukul 06.00 WIB.

Pengasuh TMI Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA., membuka langsung upacara di Ma’had TMI Putra. Dalam tausiahnya, beliau berpesan kepada seluruh santri Nihaie agar menghadapi ujian dengan sikap yang tepat, syukur yang sebesar-besarnya, sabar yang sebenar-benarnya.

Beliau menegaskan bahwa kedua sikap ini, syukur dan sabar, memiliki muara pada kualitas iman seseorang. “Hadapi ujian ini dengan baik, dengan sikap yang tepat, dengan syukur yang sebesar-besarnya tetapi juga dengan sabar yang sebenar-benarnya. Syukur itu, sabar itu muaranya adalah iman.”

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa seseorang tidak akan mampu bersyukur dengan baik jika tidak beriman atau tidak yakin bahwa nikmat yang ia terima datang dari Allah.

“Orang tidak bisa bersabar menghadapi ujian atau musibah apapun, kalau dia tidak beriman, tidak yakin bahwa ujian yang dia terima, semuanya berasal dari Allah dan Allah menyiapkan ujian itu untuk menguji kualitas iman,” tegas beliau.

Sebagai penutup tausiah, Pengasuh TMI tersebut berpesan agar para santri tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga pada pembangunan diri. “Perkuat iman kalian, perkuat usaha kalian, perkuat daya tahan kalian,” pungkas beliau, memotivasi para peserta ujian untuk menjalani proses Evaluasi Tahap Akhir ini dengan istiqomah dan penuh keyakinan.

Bersamaan dengan Ma’had Putra, KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd., turut membuka Upacara Pembukaan EBTA Tahriri Nihaie Putri yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GESERNA).

Kiai Khoiri menekankan tentang kejujuran dalam melaksanakan ujian. Beliau menegaskan lebih baik memperoleh nilai nol daripada seratus tetapi hasil menyontek. “Amanah, jangan khiyanah. Pegang itu. Jadilah antunna semua orang-orang yang dapat dipercaya. Jadilah antunna semua calon alumni orang-orang yang amanah dalam menjalani hidupmu ke depan,” tegas Beliau.

Baca Juga: Buka ISMI Sport Competition, Kiai Fikri: Niatkan Ibadah Melalui Olahraga

EBTA Tahriri ini akan berlangsung selama 23 hari. Terhitung sejak hari ini, Senin (08/12) hingga Rabu (31/12). Dengan total 42 materi yang meliputi 22 materi arab dan 20 materi umum. (Bint/pi)