Amaliyah Tadries, Kesempatan Belajar dan Mengumpulkan Pengalaman

Al-Amien Prenduan, TMI – Pagi ini, Ma’had TMI resmi membuka Program Amaliah Tadries dalam upaya menjaga mutu kualitas pengajaran. KH. Suyono Khatthab, M.Pd., membuka langsung program tersebut di depan gedung Puspagatra, Rabu (07/10).

Program yang akan berlangsung hingga 2 pekan tersebut, terbagi menjadi dua, yaitu: Amaliah Tadries an-Namudzajiyah (ATN), mulai Rabu pagi ini hingga Sabtu (10/10), sedangkan Amaliah Tadries al-Ikhtibariyah (ATI) akan berlangsung pada Ahad (11/10) hingga Ahad yang akan datang (18/10).

Dalam kesempatannya, Beliau menekankan bahwa seorang alumni TMI tidak sah menjadi alumni jika tidak memiliki kemampuan mengajar.

“Tidak sah menjadi seorang alumni TMI, jika tidak memiliki kemampuan mengajar, karena sudah ada isyarat dari nama pondok ini Tarbiyatul Muallimien, maka setiap alumni harus memiliki kemampuan tersebut,” jelasnya.

Sebelum mengakhiri nasihatnya, Mudir ‘Aam mengingatkan seluruh santri Niha’ie seseibuk apapun dan apapun profesi diluar nanti, agar meluangkan waktu untuk mengajar, “Sesibuk apapun kalian, apapun profesi kalian nanti diluar, jangan lupa mengajar, jangan lupa mendidik baik formal maupun non formal,” ingatnya.

Pada waktu yang bersamaan, KH. Dr. Ghozi Mubarok, M.A., turut membuka program tersebut di depan Gedung Serbaguna (Geserna) TMI Putri.

Dalam sambutannya, Beliau mengingatkan para santri untuk menjadikan kegiatan ini sebagai kesempatan belajar dan mengumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya sebagai pembelajaran dimasa depan kelak.

“Jadi, yang paling penting itu ambil pelajaran sebanyak-banyaknya, ambil hikmah sebesar-besarnya, jadikan ini bagian dari proses antunna menjadi guru yang baik, apa pun kondisi antunna nanti setelah tamat dari TMI,” tuturnya.

Santri dan Santriwati Terpilih

Pada pelaksanaan ATN tahun ini, dipilih lima santri dan santriwati terbaik sebagai Namudzajiyah dengan lima mata pelajaran yang berbeda. Kelima santri dan santriwati tersebut yaitu Mlm. Budiono dan Mlmh. Nofia Syarifah dengan mata pelajaran Nahwu, Mlm. Muhammad Azka Muhibbul Hilmi dan Mlmh. Athuf Adibah dengan mata pelajaran Nushus, Mlm. Ahmad Aziz Haziq Alsyah dan Mlmh. Hilwah Basimah dengan mata pelajaran Sejarah Nabi, Mlm. Mohammad Firdaus Sholeh dan Mlmh. Hilma Brian dengan mata pelajaran Muthola’ah, serta Mlm. Muhammad Jauhar Nafis Al Manfaluthi dan Mlmh. Raya Ghania dengan mata pelajaran Conversation.

Panitia Niha’ie berharap seluruh rangkaian ATN dan ATI berlangsung dengan lancar serta diikuti oleh seluruh santriwati Niha’ie dengan sebaik-baiknya. “Semoga semua santriwati Niha’ie bisa melewati kegiatan Amaliyah ini dengan baik dan bisa menciptakan hasil yang maksimal,” ungkap Usth. Amrina Rosada, selaku Wakil OC program Amaliah Tadries.