Bersaing dengan Ribuan Peserta, Kontingen TMI Al-Amien Prenduan Bawa Pulang Gelar Juara Umum II

Surabaya, TMI – Prestasi yang membanggakan kembali ditorehkan oleh Kontingen TMI Al-Amien Prenduan setelah membawa pulang gelar Juara Umum II tingkat Pondok Pesantren (Ponpes) berbasis nasional dalam Lomba Festival Kompetisi Anak Islami (KAMI) se-Jawa Timur, di Perguruan Muhammadiyah, Tandes, Surabaya, Sabtu (05/09).

Baca Juga: Pesepak Bola Cilik TMI Al-Amien Prenduan Ikuti Turnamen Sepak Bola Piala Soeratin U-13 Jawa Timur

Festival KAMI ke-14 ini diikuti oleh sebanyak 1.300 peserta dari berbagai lembaga di Jawa Timur. Selain itu, festival ini dibuka untuk semua jenjang pendidikan. Dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Untuk mengikuti ajang tersebut, TMI Al-Amien Prenduan terlebih dahulu melakukan seleksi terhadap para santri yang akan menjadi kontingen.

Sebanyak 26 santri TMI Al-Amien Prenduan terpilih sebagai utusan dalam Festival KAMI. Mereka merupakan santri pilihan yang telah melalui proses seleksi oleh guru senior TMI Al-Amien Prenduan. Dari puluhan hingga ratusan santri MTs dan MA yang mendaftar, hanya 26 santri yang dinyatakan layak untuk mengikuti festival tersebut.

Keikutsertaan tersebut, membuahkan hasil membanggakan bagi TMI Al-Amien Prenduan, dengan berhasil memenangkan lomba pada tingkat SMP dan SMA dengan kategori yang meliputi; Da’i, Kaligrafi Kontemporer, Azan, Tahfidz, Tartil, Tilawah, dan Imam.

Untuk perolehan gelar juara, tercatat 10 Juara 1 dan 3 Juara 2 pada tingkat SMP. Sementara itu, pada tingkat SMA, tercatat 12 juara 1 dan 1 juara 2.

Berkaitan dengan hasil yang sangat membanggakan ini, Ust. Aril Saputra selaku pendamping mengapresiasi perjuangan para santri meskipun dalam masa ujian.

Baca Juga: Pesilat TMI Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum Bupati Sumenep Cup 2026

“Di saat, santri sibuk-sibuknya menghadapi ujian, kami harus membagi waktu untuk fokus juga ke perlombaan. Akhirnya lelah itu terbayarkan dengan dibawa pulangnya piala juara umum setinggi 2 meter itu, dengan menaklukkan sekitar 1.300 peserta dari berbagai lembaga lainnya,” tuturnya.

Bahkan, ungkapan “Pantang pulang sebelum menang” menjadi pembakar semangat yang senantiasa digaungkan di hadapan santri binaannya oleh ustaz kelahiran Palembang tersebut. (Han/Bint)