
Al-Amien Prenduan, TMI – Genap dua pekan pasca dibukanya Tahun Ajaran Baru 1447/1448 H. (2026/2027 M.), Ma’had TMI Al-Amien Prenduan mulai menggelar Kuliah Umum Kepondokan (KUK). Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari tersebut, dibuka mulai hari ini, Rabu (15/04).
Baca Juga: TMI Gelar Upacara Pembukaan Tahun Ajaran Baru 1447/1448 H.
Di Ma’had TMI Putra, kegiatan pengenalan yang digelar setiap setiap tahun tersebut, dibuka oleh Pengasuh TMI Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA.
Dalam sambutanya di Auditorium TMI Putra, Pengasuh menegaskan bahwa kegiatan Kuliah Umum Kepondokan (KUK) ini sangat saklar dan wajib diikuti oleh seluruh santri, asatiz, bahkan seluruh mudir.
Kiai Ghozi juga menyebutkan bahwa ada dua materi umum yang akan disampaikan dalam KUK ini, “Yang pertama adalah ta’rif, yaitu pengenalan kembali tentang pondok ini. Kemudian taujih atau orientasi yang artinya kalian akan diarahkan kemana harus berjalan dan bagaimana kalian hidup di pondok ini dengan benar.”


Selain itu, beliau juga mengharapkan setidaknya ada tiga hal yang merupakan efek dari adanya kegiatan KUK ini. “Pertama, tau dan kenal pondok ini seperti apa, tokohnya siapa, falsafahnya, nilai dan tradisinya, termasuk panca jiwanya. Kedua, percaya dan cinta. Percaya bahwa pondok ini didirikan dengan niat dan tujuan yang luhur dan tempat terbaik bagi kalian untuk mengembangkan diri meraih cita-cita. Dan yang ketiga, bisa menjalankan kehidupan di pondok dengan sebaik-baiknya. Ibadahnya, belajarnya, berlatihnya dilakukan dengan cara yang paling baik.”
Di waktu yang bersamaan, KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I., membuka kegiatan tahunan ini di Ma’had TMI Putri. Senada dengan dengan yang disampaikan Pengasuh TMI, Kiai Khoiri menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi keluarga besar Al-Amien.
“Ini adalah prinsip bagi kita. tidak ada seorang santriwatipun yg merasa saya sudah tahu. ‘saya sudah di sini bertahun-tahun’, jangan!, itu adalah pikiran yg beracun,” ucap Kiai Khoiri.



Tidak hanya itu, Pengasuh Ma’had Tahfidz Al-Quran itu juga menuturkan harapannya agar dengan adanya KUK ini, para santriwati bisa lebih mengenal dan menyesuaikan diri untuk mengetahui arah dan sikap yang harus dilakukan di pondok ini.
Baca Juga: Sharing Session Bersama Trans7, TMI Media Center Perkuat Kualitas Produksi Konten Digital
Informasi yang dihimpun dari panitia, selama dua hari pelaksanaan KUK, dalam setiap harinya akan diisi dengan dua sesi penyampaian materi dan satu sesi generalisasi. Santri hingga Asatiz akan diliburkan dari Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama sesi berlangsung. (Han/Lh)
