
Cara berpikir, menentukan cara pandang. Bagaimana maksudnya?
Cara kita berpikir tentang suatu hal menentukan bagaimana cara kita untuk meresponnya. Orang yang memiliki mindset positif akan melihat sebuah tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Namun sebaliknya, seseorang yang selalu mengedepankan mindset negatifnya, lebih rentan untuk menanggapi hal yang sama, sebagai beban berat dan terasa sangat melelahkan. Padahal, situasinya mungkin saja sama, yang berbeda hanyalah cara pandangnya.
Dalam mengolah mindset, sering kali kita dihadapkan pada batasan berpikir. Batasan berpikir inilah yang akan muncul ketika kita dihadapkan dengan kesulitan atau kegagalan. Namun, poin pentingnya adalah bagaimana cara kita menembus batasan berpikir itu untuk menemukan solusi dan mengatasinya.
Seperti pernyataan “Saya tidak pintar matematika” ketika menghadapi dengan soal matematika yang dirasa sulit. Padahal, sebenarnya kita mungkin belum cukup berlatihan atau belum menemukan metode belajar yang cocok. Seharusnya kalimat itu dapat diubah menjadi “Saya belum paham matematika pada bagian ini,” yang merujuk pada ketersediaan ruang untuk belajar dan terus berkembang. Perbedaannya mungkin kecil, tetapi maknanya besar. Dari pola pikir “tidak bisa selamanya” menjadi “masih bisa belajar”.
Contoh lain dapat ditemukan pada seseorang yang melakukan kekeliruan saat memimpin doa di depan teman-temannya. Seketika, akan muncul batasan berpikir dalam dirinya “Saya malu dan tidak pantas tampil di depan,” yang akan menimbulkan rasa takut berlebihan dan mengurangi keinginan atau kesempatan untuk tampil dan belajar lebih berani lagi. Padahal, sebuah kesalahan sebenarnya merupakan hal yang lumrah terjadi dalam proses belajar. Jika saja kesalahan tersebut dipandang sebagai proses pembelajaran, maka kesalahan tersebut akan menjadi evaluasi diri yang konstruktif untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Oleh karena itu, menjaga dan mengembangkan mindset positif menjadi sangat penting. Hal tersebut bukan berarti memberikan afirmasi positif dengan senyum dan pura-pura kuat, melainkan memilih untuk tetap percaya pada diri sendiri, bahkan ketika mengalami kegagalan atau pengalaman yang buruk sekalipun. Sebab, mindset yang kuat bisa membantu kita untuk terus melangkah meskipun jalannya licin, terjal, dan penuh rintangan.
Dan dari hal yang sering dianggap sepele tersebut, kita bisa mulai secara perlahan untuk mengubah hidup menjadi lebih baik.
