
Setiap individu dilahirkan dengan potensi unik yang dapat berkembang jika diasah dengan baik. Potensi dapat berupa potensi fisik, intelektual, emosional, dan sosial. Menggali dan mengembangkan potensi adalah proses penting untuk meraih kesuksesan di masa mendatang.
Allah berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 78:
وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ.
Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”
Salah satu amanah yang dititipkan oleh Allah SWT kepada makhluk-Nya adalah potensi yang merupakan bakat alami yang tidak muncul begitu saja tetapi harus diasah untuk mengembangkannya. Bukan hanya kemampuan yang terlihat sekarang, namun potensi juga kemungkinan bisa tumbuh jika berani mencoba dan terus belajar. Potensi adalah benih, dan tugas manusia adalah merawatnya agar dapat tumbuh menjadi sesuatu yang bermakna bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
Potensi bisa diasah dan dikembangkan dengan usaha dan dedikasi seperti belajar, berlatih dan mencari guru atau mentor. Namun potensi saja tidak cukup tanpa passion-gairah atau rasa cinta dan semangat yang kuat, potensi tidak akan berkembang secara maksimal. Passion mendorong untuk bisa berkembang dalam bidang yang disukai. Juga bisa menjadi motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan dan mengatasi tantangan. Misalnya orang yang punya passion di bidang tarik suara, dia akan sangat antusias dalam belajar dan berlatih, bahkan melebihi porsi belajar di bidang yang lain, baik waktu maupun semangatnya.
Potensi sebagai dasar atau fondasi yang bisa diwujudkan menjadi keahlian yang nyata. Sedangkan Passion adalah penggerak atau kekuatan yang mendorong untuk mengembangkan potensi dan mencapai tujuan. Kombinasi antara potensi dan passion menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan dan kepuasan hidup. Dengan mengidentifikasi dan mengembangkan potensi serta passion diri, seseorang dapat menemukan bidang atau pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, sehingga bisa mencapai tujuan yang bermakna.
Menemukan Titik Temu Antara Potensi dan Passion
Potensi dan passion terkadang berjalan sendiri-sendiri. Ada orang yang berbakat pada suatu bidang tetapi hatinya tidak tertarik. Ada juga yang sangat mencintai suatu hal tetapi kurang terampil dalam mengerjakannya. Terkadang passion muncul terlebih dahulu, kemudian potensi menyusul seiring berjalannya waktu. Misalkan orang yang suka menulis dan menyusun ide-ide, kemudian ditambah dengan latihan, seiring berjalannya waktu dia menyadari bahwa potensinya adalah di bidang tulis menulis.
Begitu pula sebaliknya, seseorang jatuh cinta setelah menyadari bahwa ia punya kemampuan di bidang tersebut. Hal ini yang membuat seseorang berkembang, tidak hanya mahir tetapi juga bahagia dan menikmati apa yang dikerjakannya.
Passion seringkali tidak lahir dari gebrakan besar, namun tumbuh pelan pelan dari aktivitas-aktivitas yang disukai dan sering dilakukan. Di Al-Amien Prenduan khususnya di TMI, para santri diwajibkan untuk aktif dalam organisasi dengan mengarahkan mereka untuk masuk ke kelompok-kelompok minat belajar.
Jika ada santri yang menyadari bahwa ia masuk ke kelompok belajar yang bukan minatnya, maka ia diizinkan berganti kelompok pada periode berikutnya dan seterusnya. Saat mengikuti kegiatan tersebut, mereka dapat menemukan dan mengembangkan bakat dan kemampuan tersembunyi yang sebelumnya tidak disadari. Hal inilah yang dinamakan proses mengenali potensi. Pengalaman organisasi, kelompok minat belajar, perlombaan memberikan kesempatan nyata untuk belajar, gagal, mencoba lagi dan akhirnya mahir pada bidang tertentu.
Butuh daya juang tinggi untuk mendorong potensi ke arah yang lebih maksimal, ibarat sedang membangun gedung tentu yang harus diperhatikan adalah proses dalam membangun gedung tersebut. Potensi adalah batu bata, semen dan tanah tempat membangun, sedangkan passion adalah desain arsitekturnya. Jika membangun hanya berdasarkan passion tanpa potensi, maka gedungnya indah tapi cepat rusak karena pondasinya lemah. Atau, kalau hanya mengandalkan potensi tanpa passion maka gedungnya kuat kokoh, tetapi tidak menarik.
Apabila potensi dan passion disatukan maka gedung akan indah sekaligus kokoh. Maka dari itu, kenali potensi dan passion kemudian satukan keduanya. Jika keduanya diarahkan dengan niat semata-mata karena Allah SWT maka akan memberikan kesuksesan dan kebermanfaatan untuk agama, nusa dan bangsa.
