
Al-Amien Prenduan, TMI – Pengasuh Ma’had TMI Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA., membuka secara resmi Ujian Tahriri (tulis) di TMI Putri, pada Rabu (20/08). Dalam kesempatan tersebut, Kiai Ghozi memberikan beberapa nasihat penting kepada santriwati.
Baca Juga: Ujian Tahriri Pertengahan Tahun Dimulai, Kiai Khoiri Ingatkan Hakikat Ujian Hidup
Kemuliaan Butuh Perjuangan
Kiai Ghozi menjelaskan, bahwa untuk mencapai suatu kemuliaan harus mau bersusah payah, “Orang yang bercita-cita ingin memperoleh kemuliaan, tapi tidak mau bersusah payah, maka dia sebetulnya sedang menghilangkan usianya, umurnya untuk sesuatu yang sia-sia.”
Menurutnya, untuk mencapai hal tersebut dicapai dengan hanya berkhayal atau berangan-angan. “Seandainya dengan berangan-angan bisa memperoleh ilmu, maka di dunia ini tidak akan ada orang bodoh, karena semua cukup berangan-angan, lalu mereka menjadi pintar, kita diajarkan oleh kontributor kita ini, tetapi sekali lagi, sekali lagi, para santri sekalian, itu menunjukkan, pentingnya proses,” tegas Kiai Ghozi
Sikap Lebih Penting dari Keadaan
Pengasuh juga menegaskan, bahwa kekayaan, warna kulit, atau status sosial tidak terlalu penting; yang utama adalah bagaimana menyikapi ujian dari Allah.
“Saya sering kali menyampaikan kepada antunna, tidak terlalu penting, antunna itu kaya atau miskin, tidak terlalu penting, yang penting itu sikapnya, tidak terlalu penting kulit kalian itu putih-hitam, kuning atau ungu, yang penting, bagaimana kalian menyikapi.”
Kemudian, Beliau mengekorelasikan pada pelaksanaan ujian yang dihadapai santriwati, “Apa yang Allah berikan kepada kalian adalah ujian, karena itulah, meskipun kalian sudah belajar misalnya, tetapi hasilnya masih tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang diharapkan, jangan kecil hati, jangan kecewa,” pesannya penuh harap.
Nilai dari Usaha dan Kesungguhan
“Karena itu para santri sekalian, usaha berpayah, belajar kalian selama masa masa ujian ini, tidak akan hilang, begitu saja, dia akan bernilai di sisi Allah SWT.”
Diakhir nasihatnya, Kiai Ghozi meminta santriwati untuk bersungguh-sungguh dan memohon berdoa kepada Allah, agar apa yang diharapkan dari pelaksanaan ujian, bisa sesuai dengan yang diinginkan.
“Berdoa dengan sekuat tenaga, beribadah dengan cara yang sesungguhnya, lalu kita berharap, bahwa hasilnya nanti, juga akan sesuai dengan apa yang kita harapkan, kalian semua sukses dalam ujian, berhasil meraih nilai yang diinginkan,” harap Kiai Ghozi kepada santriwati.
Baca Juga: Buka Ujian Syafahi, Pengasuh TMI: Fokus, Kendali Diri, dan Manajemen Waktu
Lebih lanjut, Beliau tetap menekankan bahwa untuk mencapainya harus dijalani dengan sebaiknya-baiknya belajar, dengan sungguh-sungguh, dan kesiapan diri. (Pi)
