Beberapa waktu lalu saya melihat ada perkembangan kegiatan olahraga santri Al-Amien prenduan, terutama kegiatan panahan, sebagai alumni yang juga aktif mengamalkan kegiatan panahan tradisional horsebow, saya sangat bangga sekali, dan ini perlu terus digaungkan agar peminat kegiatan panahan semakin banyak dari kalangan santri, karena pondok juga sudah menfasilitasi.

Teringat dulu, saat ana kelas V TMI berkesempatan mengikuti lomba kepramukaan LP3 30 Pondok Modern Darussalam Gontor, kebetulan salah satu perlombaan adalah memanah, teman kami Ustaz Taufiq Hidayat adalah utusan lomba memanah tersebut, padahal selama latihan di pondok, Beliau hanya dengan peralatan seadanya, bahkan latihan menggunakan tongkat yang dililit tali. Namun, Alhamdulillah qodarullah, saat pelaksanaan lomba Ustaz Taufiq berhasil menyabet juara III luar biasa sekali, membuktikan bahwa santri Al-Amien selalu bisa dalam hal apapun.

Dari situlah saya rasa, cikal bakal niat Pak Kiai untuk mengembangkan kegiatan panahan di pondok, teringat saat itu Alm. Kiai Zainullah Rois allahumafirlahu, ber angan-angan akan hal tersebut,
harapan besar kami semoga Panahan di pondok semakin berkembang dan banyak peminat jika perlu boleh dijadikan kegiatan wajib, karena memang panahan ini banyak sekali keutamaanya, bagi saya panahan harus tetap dilestarikan karena memang warisan Islam, beberapa keutamaan memanah antara lain:

1. Nabi pernah menegaskan bahwa inti kekuatan adalah memanah dalam hadis disebutkan:

سمعتُ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ، وهو على المنبرِ ، يقول وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ . ألا إنَّ القوةَ الرميُ

من تعلَّم الرميَ ثم نسِيَه ؛ فهي نعمةٌ جحَدها

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkhutbah di atas mimbar. Tentang ayat ‘dan persiapkanlah bagi mereka al quwwah (kekuatan) yang kalian mampu‘ (QS. Al Anfal: 60), Rasulullah bersabda: ‘ketahuilah bahwa al quwwah itu adalah memanah (sampai 3 kali)’” (HR. Muslim 1917)

2. Meninggalkan ketika sudah belajar memanah termasuk dalam meninggalkan nikmat Allah

من تعلَّم الرميَ ثم نسِيَه ؛ فهي نعمةٌ جحَدها

“Barangsiapa yang belajar menembak/Memanah lalu ia melupakannya, maka itu termasuk nikmat yang ia durhakai” (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jam Ash Shaghir no.4309)

3. Permainan yang Rasullullah sukai


إِنَّ اللَّهَ لَيُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلَاثَةً الْجَنَّةَ صَانِعَهُ يَحْتَسِبُ فِي صَنْعَتِهِ الْخَيْرَ وَالرَّامِيَ بِهِ وَالْمُمِدَّ بِهِ وَقَالَ ارْمُوا وَارْكَبُوا وَِلأَنْ تَرْمُوا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوا

“Sesungguhnya Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam jannah karena satu anak panah, orang yang membuatnya dengan tujuan baik, orang yang melemparkannya dan orang yang menyiapkannya. Hendaklah kalian memanah dan berkuda, sedangkan memanah lebih aku sukai daripada berkuda.” (HR. Tirmidzi, beliau mengatakan, hadits hasan shahih).

Itu adalah beberapa hadis yang menyebutkan keutamaan memanah dan masih banyak lagi keutamaan memanah yang termaktub dalam hadis. Selain itu keutamaan untuk fisik dan psikis juga banyak diantaranya, untuk melatih keseimbangan dan kekuatan, melatih konsentrasi dan fokus, serta meningkatkan ketajaman penglihatan dan perasaan mengontrol emosi.

Cukup bagus jika kegiatan furusiyah termasuk memanah, berkuda, berenang, ketangkasan dan keahlian gulat atau beladiri menjadi kegiatan yang ditanamkan kepada para pemuda. Seperti yang kita ketahui, dampak negatif dari teknologi sudah sangat membahayakan, jika tidak diredam dengan kegiatan positif tentu akan hilang generasi Islam yang bermartabat. Dengan memanah diharapkan dapat memberikan aktivitas yang bermanfaat bagi pemuda dan generasi penerus Islam.


Para sahabat pelindung dan tameng Rasullullah juga tentunya memiliki keahlian memanah seperti Zubair bin awwam dan yang masyhur Sa’ad bin Abi waqash, yang bisa menembakan tiga anak panah sekaligus. Tentunya kisah kisah mereka bisa kita jadikan pembelajaran untuk anak-anak daripada anak-anak di dengarkan kisah kisah pahlawan fiksi yang tidak bermanfaat, banyak sudah negeri negeri besar yang ditaklukkan salah satunya dengan memanah dan yang memimpin pembebasanya adalah para pemuda, salah satunya konstantinopel, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ستفتح عليكم أرضون ويكفيكهم الله فلا تعجز أحدكم أن يلهو بسهمه

“Kelak negeri-negeri akan ditaklukkan untuk kalian, dan Allah mencukupkan itu semua atas kalian, maka janganlah salah seorang diantara kalian merasa malas untuk memainkan panahnya” (HR. Muslim 1918)

Dengan demikian maka memanah bukan hanya kegiatan biasa, dengan berlatih memanah diharapkan menyiapkan mental dan karakter, baik fisik maupun akhlak bagi para pemuda muslim, semoga warisan memanah ini tetap diamalkan dan dan dikembangkan di pondok, sebagai kegiatan furusiyah, dan menjadi sumber prestasi untuk santri.