Kehilangan
Ingatan masa lalu
Selalu menghantuiku
Tentang dirimu
Temanku
Aku masih ingat
Saat daun berguguran kepangkuan
Kau datang dengan air kesenangan
Dan menumbuhkan benih baru dalam diriku
Aku masih ingat
Teman pertamaku di tempat ini
Saat aku dijatuhkan
Kau datangkan fondasi dalam diriku, kau perbaiki sedemikian rupa
Aku masih ingat
Saat kita duduk di platform kantin kuning
Menatap ribuan makhluk besi berlalu-lalang
Sambil makan es krim pertemanan
Sekarang, setelah kau pergi
Yang kurasa hanya kekosongan, kehampaan, kesepian
Kau telah hilang dari benakku tanpa kabar
Seketika pergi dan takkan kembali lagi
Aku bagaikan lebah yang kehilangan bunga
Mencari tiada henti
Hanya untuk pertemanan yang abadi
Hanya untuk dirimu sahabatku
Tapi, untung kutemukan bunga yang baru
Tapi setiap saja bunga yang baru
Tidak akan memiliki nektar yang sama
Hanya kaulah yang memilikinya
—
Manusia Setengah Setan
Bagaimanakah dia menyikapimu?
Bagaimanakah dia menilaimu?
Bagaimanakah dia Memandangmu?
Bekerja dengan senjata, yang sehari-harinya
Hanya membunuh, membantai, dan menodongkan
Kepada jiwa yang tak bersalah
Mereka adalah manusia setengah setan
Yang dari dulu bersembunyi di antara kita
Mereka hanya memberikan propaganda kepadamu
Untuk menginap di tanah sucimu
Saat ini dia berkhianat padamu
Mereka dari dulu selalu bersembunyi
Dari hati emasmu
Di saat dirimu semakin melemah dan dia semakin kuat
Bukannya membantu orang yang memberi
Tempat tinggal, kenyamanan, dan keamanan
Tapi malah dikesetkan kakinya di bajumu
Mereka tidak ingat siapa yang membantunya
Menolongnya, memperhatikannya
Mereka setan manusia yang ada sebenarnya
Yang selalu bersembunyi di balik selimutmu
Palestina
—
Pelangi Kebahagiaan
Pernah terlintas dalam pikiran
Seuntai pelangi setelah hujan
Mengusir lelah setelah mengeringkan tetesan hujan
Apa kau yakin pelangi datang setelah hujan
Atau kebahagiaan kembali kepada yang dihujani
Air kesulitan lalu, menumbuhkan pohon kematian
Dengan kesengsaraan yang menjalar sampai kedalam hati yang suci
Tiba-tiba kau singgah mewarnai semua yang gelap menjadi celah
Menumbuhkan bunga-bunga kebahagiaan dalam hati
Dan menyembuhkan jiwa yang tersakiti
*Puisi ini adalah karya Fikri Ahmad Azzami, kelas V MIPA A asal Medan.
