Tutup Rangkaian MUSTA 2026, 270 Pengurus Baru Terima Amanah Organtri ISMI

Al-Amien Prenduan, TMI Ma’had TMI Al-Amien Prenduan menggelar Timbang Terima Kepengurusan Organtri ISMI dari pengurus lama masa khidmah 1447/1448 H. (2025/2026 M.) kepada pengurus baru masa khidmah 1448/1449 H. (2026/2027 M.) pada Jumat malam (18/09). Prosesi tersebut melibatkan 195 pengurus lama dan 270 pengurus baru.

Baca Juga: Pelantikan Pengurus Baru Organtri ISMI, Pimpinan Tekankan Disiplin Pondok

Bertempat di depan Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan, prosesi timbang terima ini diharapkan menjadi lebih khidmat karena berada langsung dibawah bentangan langit malam. “Kami memilih melaksanakannya di depan masjid dengan konsep yang lebih terbuka dan memiliki nuansa yang lebih kuat dan khidmat,” ucap Ust. Nizar selaku OC. MUSTA 2026.

Mengawali prosesi, Mudir ‘Aam TMI Al-Amien Prenduan, KH. Suyono Khatthab, M.Pd., menyampaikan tiga nasihat kepada calon pengurus baru Organtri ISMI. Beliau menekankan pentingnya memandang amanah kepengurusan bukan sekadar sebagai jabatan, tetapi sebagai tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“Pertama, amanah bukan hanya sekedar jabatan biasa saja. Kedua, kualitas kolektif kolegial lebih penting daripada kualitas individual. Dan yang terakhir, jadilah pemimpin yang patut dicontoh,” jelas beliau.

Usai penyampaian tiga nasihat tersebut, prosesi kemudian dilanjutkan dengan Timbang Terima Amanah Kepengurusan Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Perwakilan Santri (DPS), dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organtri ISMI. Prosesi ini menjadi momentum peralihan tanggung jawab sekaligus amanah kepengurusan dari pengurus lama ke pengurus baru.

Setelah amanah kepengurusan resmi berpindah tangan, KH. Dr. Ghozi Mubarok, M.A., menyampaikan nasihatnya kepada seluruh pengurus Organtri ISMI. Beliau mengingatkan para pengurus untuk mengutamakan kejujuran dalam menjalankan amanah.

“Lebih baik kita berhadapan dengan kesulitan tetapi kita tetap jujur, karena jujur akan mendatangkan kebaikan,” ujar Beliau.

Tidak berhenti pada persoalan kejujuran, beliau juga mengingatkan bahwa jabatan hanyalah sarana untuk memberikan manfaat kepada orang lain, “Jabatan itu alat saja, tujuan kita itu adalah bagaimana kita memberikan manfaat sebesar-besarnya,” terang beliau.

Menjelaskan pentingnya menjaga keberlanjutan organisasi, Putra sulung Alm. Kiai Muhammad Idris Jauhari tersebut mengibaratkan organisasi seperti sebuah bangunan yang dibangun dan dijaga bersama.

“Jangan merasa, pengurus-pengurus yang lama ini meninggalkan tugasnya, maka mereka boleh merobohkan rumah yang sudah lama mereka terlibat dalam upaya membangunnya. Kita ini membangun rumah dan kita harus menjaganya bersama-sama,” tuturnya.

Menutup penyampaiannya, beliau mengajak pengurus baru menjadikan prinsip do the best sebagai salah satu ciri dalam menjalankan amanah. “Salah satu ciri kalian menjalankan amanah dengan baik adalah do the best, doing the best, giving the best, lakukan yang terbaik, berikan yang terbaik.”

Timbang Terima Kepengurusan Organtri ISMI sekaligus menandai penghujung rangkaian Musyawarah Tahunan (MUSTA) 2026. Rangkaian tersebut ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh anggota Majelis Kiai, KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I..

Setelah resmi menjadi ketua umum DPP ISMI, Mlm. Daffa Zaky Amali menyampaikan beberapa target terdekat yang akan dilakukan sebagai pengurus baru. “Kami akan membangkitkan kembali bahasa yang ada di pondok, dan akan kami perbaiki program-program sebelumnya, khususnya pada kelompok minat dan kebahasaan santri.”

Senada dengan target yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP ISMI baru, Mlm. Aziz Haziq Alsyah selaku mantan Ketua Umum DPP ISMI juga berharap agar pengurus ISMI yang baru dapat membawa Organtri ISMI tersebut ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: Musyawarah Tahunan Organtri ISTAMA 2026 Resmi Dibuka, Regenerasi Kepemimpinan Jadi Fokus

“Agar kedepannya mereka dapat membawa ISMI menjadi lebih baik lagi, menegakkan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pondok, dan jadikan organisasi ISMI sebagai jembatan bimbingan untuk seluruh santri agar menjadi santri yang terdidik dan santri yang baik, yang siap menjadi calon pemimpin di masa depan,” harapnya. (Adl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses