Sharing Session Bersama Trans7, TMI Media Center Perkuat Kualitas Produksi Konten Digital

Al-Amien Prenduan, TMIPusat Informasi dan Publikasi TMI Al-Amien Prenduan (TMI Media Center) menggelar sharing session bersama crew Trans7, Sabtu sore (04/04). Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan kunjungan stasiun televisi di bawah naungan Trans Media (CT Corp) itu, dalam rangka peliputan program.

Baca Juga: TMI Gelar Upacara Pembukaan Tahun Ajaran Baru 1447/1448 H.

Kegiatan berbagi ilmu itu digelar di Meeting Room Aliyah Putri mulai pukul 15.30 WIB, dihadiri seluruh staf TMI Media Center dan empat orang crew dari Trans7.

Mengawali diskusi, mas Decka menungkapkan ketertarikannya memilih Al-Amien Prenduan sebagai dua diantara pesantren di Madura yang masuk dalam program “Pesantrend”, program yang tayang setiap hari Jum’at, pukul 04.45 WIB di Trans7.

“Salah satu ketertarikan kami untuk meliput Al-Amien ini karena merupakan salah satu pondok yang punya nilai sejarah dalam pendiriannya, megah, dan memiliki ribuan santri. Banyak pesantren megah, tapi belum sampai sepuluh tahun masa pendiriannya,” ungkap Creative Director Trans7 itu.

Banyak hal yang dibahas, mulai dari proses pra-produksi hingga produksi konten. Tak luput, tanya-jawab mewarnai selama sesi berlangsung dari staf TMI Media Center.

Ust. Ahmad Huzaini, S.Sos., selaku Direktur Pelaksana TMI Media Center, sangat bersyukur atas kunjungan Trans7 dan diberikannya kesempatan untuk berbagi ilmu. “Tentu ini menjadi momentum yang bagus bagi kita dalam meningkatkan kualitas dan kreatifitas. Sehingga kita sebagai pilar dakwah TMI secara khusus dalam dunia digital, bisa lebih banyak paham tentang teknis permedian tentunya,” ujarnya.

Hingga saat ini, TMI Media Center masih menjadi salah satu ujung tombak informasi, dakwah, dan edukasi dari Ma’had TMI Al-Amien melalui platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, Youtube, dan Tiktok. Sejak resmi didirikan tahun 2021, perannya sangat vital, terutama dalam penjaringan santri baru.

Baca Juga: TMI Al-Amien Prenduan Lantik 454 Guru Pengabdian Baru dalam Rapat Guru Lengkap

Senada dengan yang disampaikan mas Decka, saat ditemui selepas sesi. “Kalau saya tidak bisa mengkritik apa yang sudah kalian lakukan ya, justru kalian itu adalah generasi-generasi perintis yang harus diangkat, jangan dikritik. Maka saran saya, perbaiki terus manajemenya, mulai dari hal-hal kecil di pesantren, buat sesuatu yang beda.” (Zn)