TMI Gelar Upacara Pembukaan Tahun Ajaran Baru 1447/1448 H.

Al-Amien Prenduan, TMI – Pasca libur akhir tahun, TMI Al-Amien Prenduan resmi memulai Kegiatan Belajar Mengajar Semester I, pagi ini (01/04). Ditandai dengan pelaksanaan upacara pembukaan Tahun Ajaran Baru 1447/1448 H. (2026/2027 M.).

Baca Juga: TMI Al-Amien Prenduan Lantik 454 Guru Pengabdian Baru dalam Rapat Guru Lengkap

Di Ma’had Putra KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA., memberikan sambutan kepada seluruh santri, asatiz, mudir. Beliau menginginkan agar semua perjalanan dan semua program harus dimulai dengan syukur.

“Karena syukur adalah bagian yang sangat penting bagi kita, ketika kita memulai, melanjutkan, dan mengevaluasi perjalanan yang sudah kita lakukan,” ucap Pengasuh TMI itu.

Menurut Kiai Ghozi, Momen pembukaan tahun ajaran baru ini adalah momen untuk melakukan muhasabah kepada hal-hal yang sudah kita lakukan sebelumnya.

“Jadi muhasabah itu menghitung-hitung, menilai apa yang sudah kita lakukan untuk kepentingan masa kini dan masa depan,” jelas beliau.

Lebih lanjut beliau juga mengingatkan bahwa yang paling penting dari muhasabah adalah memperbaiki kesalahan. Terdapat istilah kata yang mirip yaitu takhalli dan tahalli. Takhalli membersihkan, sedangkan tahalli artinya menghias. Kiai Ghozi juga mengibaratkan dua kata tersebut dengan sebuah kopi, “kalau kamu bikin kopi misalnya dalam sebuah gelas, maka yang kamu lakukan pertrama adalah memastikan gelas yang kamu gunakan itu bersih.”

Maka dari pernyataan di atas, putra sulung Kiai Idris tersebut berharap agar para santri dan guru semuanya untuk memperbaiki kelasahan-kesalahan yang ada, lalu bersiap-siap untuk melakukan sesuatu yang labih baik di masa yang akan datang.

Di waktu yang bersamaan, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, MA., memimpin upacara pembukaan di ma’had putri.

Baca Juga: Jelang Liburan Akhir Tahun, Pengasuh TMI Titip Pesan Penting kepada Santri Tsanawiyah

Ketika itu juga, di depan para santriwati dan ustadzah Pimpinan mengingatkan agar terus semangat belajar. “Semangat belajar, semangat berprestasi. Bukan ketika ujian sudah mendekat ujuk-ujuk baru belajar. At-ta’allumu minal mahdi ilallahdi. Step by step. Semua, berlaku untuk semua. Dari thalibah syu’bah, ustadzah, sampai Kiai kalau belajar harus step by step.”

Upacara Pembukaan diakhiri dengan pembacaan ta’liemat sebagai tanda dibukanya seluruh Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Ekstrakurikuler, dan Kokurikuler di TMI. (Han)