Tutup Musteta, Kiai Ghozi Kukuhkan 200 Pengurus Organtri ISMI Periode II

Al-Amien Prenduan, TMI – Pasca enam hari pelaksanaan Musyawarah Tengah Tahunan (Musteta), TMI resmi tutup agenda kegiatan tersebut pada hari ini, Senin (09/03). Bertempat di Auditorium TMI Putra, penutupan ini ditandai dengan pengukuhan dan pelantikan Pengurus Organtri ISMI periode II.

Baca Juga: Musteta 2026: Ajang Evaluasi dan Perencanaan Organtri Periode II

Acara ini diawali dengan sambutan oleh Ust. Moh. Samhadi, M.Ag., selaku Ketua MPO TMI Putra. Dilanjutkan dengan pembacaan formasi kepengurusan Organtri ISMI periode II oleh Sekretaris MPO, Ust. Rizky Junior dan Ust. Farhan Tamam, sekaligus prosesi pengukuhan dan pelantikan oleh KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA., selaku Pengasuh TMI Al-Amien Prenduan.

Dalam kesempatan itu, beliau menegaskan komitmen kepada pengurus untuk menjalankan tugas-tugasnya dengan penuh amanah dan meninggalkan sifat khianat. “Saya ingin komitmen antum untuk menjalankan tugas-tugas keorganisasian ini dengan penuh amanah dan tanggung jawab, dan sama sekali akan meninggalkan kebalikannya, yaitu sifat khianat. Amanah dan tidak khianat,” tegas beliau di hadapan para pengurus ketika prosesi pengukuhan dan pelantikan.

Menjelaskan pentingnya amanah dalam kepemimpinan, beliau mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW. yang dikenal dengan gelar ‘Al-Amien’, sosok yang dipercaya oleh masyarakat Quraisy untuk menjaga berbagai barang titipan berharga mereka. Menurut beliau, keteladanan beliau harus menjadi spirit bagi para pengurus dalam menjalankan tugasnya.

“Yang paling berharga di pondok kita ini adalah santri-santri yang dititipkan oleh orang tua kepada kita. Bukan bangunan ini, bukan sarana-sarana yang ada. Yang paling berharga adalah santri yang harus kita jaga dengan sepenuh hati,” ujar putra sulung Alm. KH. Muhammad Idris Jauhari tersebut.

Baca Juga: Wisuda TMI Al-Amien Prenduan: Prestasi, Hafalan Al-Qur’an, dan Ratusan Karya Tulis

Lebih lanjut, Kiai kelahiran tahun 1980 itu berharap kepada para pengurus yang telah dilantik untuk menjaga amanah dengan baik, terus belajar selama menjalankan tugas, serta selalu memohon bimbingan dan pertolongan Allah agar kepemimpinan mereka membawa kebaikan bagi pondok dan umat. (Bint)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses