Momen Idul Adha menjadi salah satu momentum yang dinanti-nantiakan oleh setiap santri, pasalnya dalam kesempatan Hari Raya Idul Adha kegiatan yang berjalan di pesantren secara langsung dikemas dengan menarik dan tentunya tak pernah lepas dari nilai-nilai pendidikan yang secara terus menerus ditanamkan di TMI. Sederet rentetan acara tersebut biasa dikenal dengan Gebyar Idul Adha (GIA).

Nah dari sini, kita bisa menyaksikan beberapa event acara yang sengaja digelar, mulai dari perlombaan islami, takbir keliling hingga Ma’dubah Sanawiyah atau pesta tahunan.

Seperti biasanya, tadi malam tepat pada 02 Agustus 2020 acara Ma’dubah Sanawiyah atau pesta tahunan merupakan sederet acara yang dinantikan oleh setiap santri.

Berbeda dengan nuansa Ma’dubah Sanawiyah atau pesta tahunan yang sudah terjalani selama ini, tahun ini Ma’dubah Sanawiyah tidak dilaksanakan secara serentak seperti tahun sebelumnya, yakni dengan berkumpul di masjid Jami’ Al-Amien Prenduan, acara Ma’dubah tahun ini dilaksanakan di dapur masing-masing, dengan menu dan porsi makanan yang sama.

Hal ini tak semena-mena menyurutkan semangat para santri untuk senantiasa antusias dalam mengikuti acara yang satu ini. Maka dari itu para santri masih tetap bergairah dalam mengikuti acara yang satu ini, sebagai salah satu bentuk rasa syukur atas segala kenikmatan serta keberkahan yang telah diberikan oleh Allah kepada para santri, khususnya Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

Seperti hal yang telah diungkapkan oleh Mudir Marhalah Tsanawiyah TMI Putra saat memberikan sambutanya dalam acara Ma’dubah Sanawiyah atau pesta tahunan yang dilaksanakan di dapur umum (purum), ia menuturkan bahwa “kesempatan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kita semua karena telah diberikan banyak keberkahan dan kenikmatan di masa-masa new normal, sebab sejauh ini pondok masih mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat dan ini dibuktikan dengan adanya hewan qurban yang telah disumbangkan oleh seluruh kalangan atau elemen masyarakat untuk Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan,” tegasnya.

Maka kemudian acara Ma’dubah Sanawiyah atau pesta tahunan ini kerap mengandung nuansa nilai-nilai kesetaraan dan kebersamaan yang sangat erat bagi setiap kalangan santri, dengan adanya acara ini setiap santri diajarkan untuk tidak membeda-bedakan antara satu dengan lainnya. Semua tersaji dengan keikhlasan, keindahan sebuah penerimaan. Hal ini pula yang kemudian disampaikan oleh Ust. H. Abdul Qadir Jailani, M.Pd dalam acara Ma’dubah Sanawiyah atau pesta tahunan.

“Malam ini kita sama-sama berkumpul di tempat ini, menyantap hidangan makanan yang sama, tanpa sedikitpun berbeda, nasi yang sama, lauk yang sama, semua ini ditujukan agar kita semua senantiasa memahami dengan benar bahwa dalam acara Ma’dubah Sanawiyah atau pesta tahunan ini kita semua disetarakan, tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya, supaya kita saling menghargai, dan menghormati satu dengan lainnya,” ungkap Mudir Marhalah Tsanawiyah TMI Putra tersebut.

Puji syukur Alhamdulillah, total perolehan hewan qurban dalam acara Idul Adha 1441 H ini mencapai 59 ekor hewan, yang mana 50 ekor sapi, dan 9 ekor kambing. Semua itu diperoleh dari para alumni, partisipan, relawan dari seluruh kalangan atau elemen masyarakat. (QA/03/08)

disalin dari https://qa.tmial-amien.sch.id/index.php/2020/08/03/menguatkan-kembali-nuansa-kebersamaan-dan-kesetaraan-dalam-acara-madubah-sanawiyah/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.