Pekan literasi di TMI Al-Amien Prenduan bertajuk “TMI Menulis” telah menjadi program tahunan organisasi Santri TMI dan wajib diikuti seluaruh Santri. Tahun ini kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ust. H. Moh. Hamzah Arsa, M.Pd

Mudir Marhalah Aliyah TMI Putra, Ust. H. Moh. Hamzah Arsa, M.Pd, memberikan nasehat dalam acara TMI Menulis 2020.

“Menulis, adalah salah satu cara mengabadikan pikiran kita, jejak kita, inspirasi yang ada di dalam diri kita, tidak ada cara yang terbaik untuk mengabadikan pikiran kita kecuali dengan menulis, menulis membuat kita abadi,” Ust. H. Moh. Hamzah Arsa, M.Pd dalam acara pembukaan TMI Menulis yang berlangsung di masjid Jami’ Al-Amien Prenduan. (11/02/2020).

Dalam nasehatnya, beliau juga menyampaikan dihadapan  seluruh santri TMI Putra, tentang pentingnya kemampuan menulis yang harus dimiliki setiap kalangan. Dalam sambutanya dia menyampaikan pribahasa dari pepatah arab yang masyhur yakni, Al-Jahiz.

“Karya yang dihasilkan sebuah pena itu akan meninggalkan jejak yang abadi, sementara produk dari lisan itu seperti orang yang mengigau,” lanjutnya.”

Ust. H. Moh. Hamzah Arsa, M.Pd

Belajar dari Kisah Inspiratif B. j. Habibie

Pembina Sanggar Sastra Al-Amien (SSA) tersebut juga menambahkan tentang penting nya menulis juga dapat menjadi media pengobatan pikiran yang terkontaminasi dengan emosi-emosi yang buruk. Maka dalam hal ini, menulis juga kerap bisa sebagai alat pelampiasan akan tindakan pikiran yang buruk untuk diekspresikan dalam coretan-coretan tinta yang sudah bakal pasti, keberadaanya membuahkan manfaat.

“Kalau anak-anak ingin sehat, ingin sembuh dari penyakit stress, dari penyakit gak kerasan, penyakit-penyakit diri yang lahir dari emosi kita, tuangkan apa yang menjadi kegelisahan kalian itu dalam sebuah tulisan.”

Ust. H. Moh. Hamzah Arsa, M.Pd

Maka di tengah-tengah nasehatnya, beliau menyuguhkan kisah inspiratif dari Bapak Bangsa Indonesia, seorang teknolog dan juga cendikiawan muslim ternama, Bacharudin Jusuf Habibie.

Menurutnya, perjalanan hidup BJ. Habibie sangat menuai banyak inspirasi bagi masa depan, terutama dengan keberadaan coretan hidupnya yang tertuang dalam sebuah buku fenomenal dan hingga saat ini telah dibaca dan sangat menginspirasi banyak kalangan, yakni sebuah novel  berjudul Habibie & Ainun.

“Dia BJ. Habibie ini punya satu karya yang luar biasa, judulnya itu Habibie & Ainun, suatu hari ketika ainun dipanggil oleh Allah, seorang Habibie yang dikenal sebaga teknolog atau cendikiawan, sepanjang tujuh hari pertama meninggalnya Ainun, dia sering memanggil nama Ainun.”

Kemudian beliau melanjutkan, “Dan itu dilakukan hampir setiap malam. Kemudian apa yang dikerjakan oleh seorang Habibie ini diketahui oleh dokter pribadinya, setelah itu Habibie dikentahui mengidap penyakit Psikosomatik, kalau tidak ditangani dengan benar, maka Habibie lebih memilih jalan menulis sebagai alternatif untuk mengobati penyakit Psikomatik yang diidapnya.

Mulai sejak itu setiap waktu BJ. Habibie berdiam diri di kamar, menulis setiap episode hidupnya bersama Ainun, mulai dari perkenalan, perjalanan pendidikan di jerman termasuk lika-liku hidupnya yang penuh dengan romatika itu, ungkap Mudir Marhalah Aliyah tersebut.

Diramaikan dengan pelatihan, lomba, bazaar, dan seminar nasional

Acara yang berlangsung selama satu pekan tersebut (TMI Menulis), juga menyuguhkan berbagai ajang pelatihan kepenulisan yang diisi langsung oleh penulis-penulis yang ahli dalam bidangnya, seperti halnya penulisan cerpen, puisi, berita, esai dan lain sebagainya.

Tak hanya itu event yang diadakan setiap tahun tersebut juga turut menyajikan perlombaan-perlombaan yang salah satu kegunaanya untuk menyaring nama-nama santri berbakat di setiap juara perlombaan nantinya, seperti lomba Musikalisasi Puisi, Dramatisasi Cerpen, Debat Ilmiah, Talkshaw Kepenulisan, dan lain-lainnya.

Tak hanya itu, acara yang juga biasa dikenal dengan pekan literasi ini juga turut diramaikan nantinya oleh bazar buku nasional yang menggandeng penerbit-penerbit buku berstandard nasional, seperti Bening Pustaka, Gramedia, Republika, Mizan, dan penerbit lainnya. Adapun faktur buku yang dibazarkan terdiri dari kelas buku-buku ilmiah, artikel, puisi, cerpen, dan lain sebagianya. 

Kemudian sebagai puncak acara TMI Menulis nantinya, panitia juga mengadakan Seminar Motivasi yang menggaet tema “Menjadi Generasi Muda Mendunia,” seminar ini nantinya akan dihadiri oleh dua narasumber kaula muda mendunia yakni dr. Gamal Albinsaid (Ceo. Indonesia Medika) dan Onky Fachrur Rozie (Koordinator Pusat BEM/DEMA PTKIN Se-Indonesia). (RMN/15/02/20).

sumber: http://qa.tmial-amien.sch.id/index.php/2020/02/15/menulis-adalah-suatu-kerja-keabadian/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.