TMI —Kh. Dr. Ghozi Mubarok Idris membuka secara resmi acara yang sekaligus agenda tahunan di Ma’had TMI, yakni Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen (red, PKM) 2019, sabtu pagi (23/11) tepat pukul 07.30 WIB.

Acara pembukaan yang turut dihadiri oleh Mudir Ma’had TMI Putra K. Abd. Warits dan Mudir Marhalah Aliyah TMI Putra Ust. H. Moh. Hamzah Arsa ini, berjalan kondusif dan cukup menarik antusias para peserta PKM, yang notabene adalah calon pengurus organtri selama satu tahun ke depan.

KH. Dr. Ghozi Mubarok Idris, dalam sambutan yang disampaikan pada pembukaan acara yang akan diikuti oleh 211 orang santri kelas V (lima) TMI Putra, berharap bahwa acara yang akan berlangsung secara singkat (23-27/11) ini bisa memberikan bekal yang cukup dan memadai bagi para calon pengurus organisasi, untuk melaksanakan tugas-tugas kepengurusannya dengan baik.

“Tentu saja, secara umum, kalau kita melihat materi yang akan disampaikan pada saat PKM ini, kita melihat bahwa bagian-bagian dari materi tersebut meliputi setidaknya dua wilayah besar,” tutur beliau dalam sambutannya.

Yang pertama, kepada peserta PKM 2019 akan disampaikan tentang falsafah-falsafah dasar kepemimpinan di pondok ini, ataupun kepemimpinan secara umum. Falsafah berarti berhubungan dengan nilai, dengan moral, dan kesadaran.

“Jadi, misalanya nanti akan disampaikan bahwa pemimpin itu fungsi utamanya dalah pengemban amanah sekaligus mujahid fi sabilillah. Nah, itulah yang kami maksud falsafah. Yakni dasar-dasar yang berhubungan dengan nilai moralitas, sikap dan seterusnya.” tutur beliau menjelaskan.

“Yang kedua, adalah bagian yang berhubungan dengan keterampilan dasar. Yakni keterampilan yang berhubungan dengan metode, teknik, ataupun bagaimana cara (menangani sesuatu). Misalnya, nanti akan diberi materi tentang bagaimana teknik mengambil keputusan yang tepat pada situasi yang tidak tepat. Kepada Antum nanti juga akan disampaikan bagaimana teknik menangani konflik dan stres, misalnya. Karena setiap pemimpin akan berhadapan dengan itu semua; dengan konflik, dengan menurunnya motivasi para anggota yang dibimbingnya. Nah, nanti antum akan mendapatkan bagimana cara, teknik ataupun metode yang tepat untuk digunakan dalam hal itu.”

Wakil pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dalam pembukaan acara yang diketuai oleh Ust. Abdul Basith itu juga berharap, bahwa PKM ini dapat memberikan kontribusi yang cukup besar, terutama dalam membangun pondasi atau dasar dari sebuah kepemimpinan. Dasar kepemimpinan di pondok, maupun di masa yang jauh akan datang nantinya.

“Kami juga berharap bahwa falsafah dan keterampilan itu nantinya akan dikembangkan. Sama seperti kalau kita membangun rumah. Ketika dasar ataupun pondasi itu tidak diciptakan, tidak dikembangkan, kalaupun antum sudah berhasil membangun sebuah rumah, antum akan lihat bahwa rumah itu tidak akan pernah layak untuk ditempati dan ditinggali. Nah, PKM ini memberikan dasar-dasar itu. Jadi, tuntutan bagi antum ketika menjabat nanti, adalah bagaimana membentuk dan membangun rumah berdasarkan dasar yang sudah kita berikan pada acara PKM ini. Antum melatih diri sendiri, antum berkembangan dengan cara masing-masing, untuk kemudian mengambil pengalaman-pengalaman selama menjadi pengurus, sehingga pada akhirnya dasar-dasar yang kita miliki ini bisa berkembang dan membentuk sebuah rumah yang jadi dan siap untuk ditempati.” tutur beliau menutup pidato sambutannya.

Acara pembukaan PKM 2019 yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu, diakhiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh K. Abdul Warits, selaku Mudir Ma’had TMI Putra Al-Amien Prenduan. (Az)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.