“Saya harap, agar kalian semua selalu menggunakan dan memorsi waktu dengan efektif. Jangan sampai kamu membiarkan kesempatan-kesempatan baik yang kamu miliki terbunuh oleh waktu hanya karena kamu tidak memorsinya (waktu) dengan efektif.”

-KH. Moh. Zainullah Rois, Lc

Hari ini (Rabu, 14/11), menjadi hari terakhir pelaksanaan Ujian Tulis pertengahan tahun di Ma’had TMI Putra, yang sudah berjalan selama sepuluh hari. Berbeda dengan pelaksanaan ujian tulis pada tahun sebelumnya, yang berlangsung sekitar sembilan hari. Namun meskipun demikian, antusias para santri dalam mengikuti serentetan program yang harus dilaksanakan sebelum berlibur ini, tetap berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Saya harap, agar kalian semua selalu menggunakan dan memorsi waktu dengan efektif. Jangan sampai kamu membiarkan kesempatan-kesempatan baik yang kamu miliki terbunuh oleh waktu hanya karena kamu tidak memorsinya (waktu) dengan efektif.” Tegas beliau dalam bahasa resmi almamater.

Selain dari pada itu, sebagaimana pernah disampaikan pada acara yang serupa, beliau selalu menegaskan bahwa ujian itu dilangsugkan atas dasar pendidikan yang harus terus berjalan. Ujian berperan sangat penting, dan hari-hari yang berjalan selama masa-masa ujian itu sendiri merupakan bagian dari penentu bagaimana masa depan para santri; keberhasikan para santri dalam menghadapi semua materi ujian yang akan diujiakn, menjadi barometer tersendiri bagi semua proses pembelajaran yang ia jalani selama masa-masa ujian itu berlangsung.

Dalam pembukaan yang di gelar di halaman Gedung Puspagatra minggu lalu (04/11), pengasuh Ma’had TMI, KH. Moh. Zainullah Rois, Lc, menghimbau kepada seluruh santri agar selalu memorsi waku dalam melaksanakan kegiatan harian. Terutama pada suasana ujian seperti ini, porsi waktu belajar yang efektif harus selalu menjadi perhatian, agar waktu yang kita lewati, waktu yang kita akan gunakan tidak menjadi pembunuh atas semua capaian yang semestinya kita capai.

“Perlu kalian ketahui, dalampelaksanaan musyawarah para mudir nanti kami tidak akan pernah segan-seganuntuk mengambil sebuah keputusan. Jika kami tidak melihat keseriusan terjalindi antara proses belajar yang kamu ikuti, dan tentu kami sudah dapat mengukuritu semua melalui nilai yang sudah kamu dapatkan, kami tidak akan segan untukmenetapkan kamu pada kelas yang sama atau mungkin sebaliknya. Namun perludiketahui pula, bahwa yang terutama dari semua aspek penilaian itu adalahbagaimana kamu berperilaku dalam keseharianmu, dan bagaimana kamu mampu membacaAl-Quran dengan baik dan benar.” Tegas beliau mengakhiri fatwa dan nasehatnyapada acara pembukaan minggu (04/11) lalu, yang diakhiri dengan doa dan dipimpin langsung oleh beliau sendiri. (Az)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.